Cara Mengatasi Kejang Demam Anak

Cara Mengatasi Kejang Demam Anak

Cara Mengatasi Kejang Demam Anak

Saat mengalami demam tinggi, Si Kecil dapat mengalami kejang demam. Hal ini mungkin terlihat menyeramkan bagi Ayah dan Bunda. Jangan khawatir, kejang demam tidaklah berbahaya. Asal kita sebagai orang tua tidak panik jika anak terkena kejang demam. Disini kita akan membahas apa sih kejang demam anak, dan bagaimana cara penanganan jika terjadi kejang demam anak dirumah.

Kejang Demam Anak


Kejang demam anak adalah kejamg yang terjadi ketika seorang bayi atau anak mengalami demam yang bukan disebabkan dari infeksi sistem saraf pusat. Kejang pada anak perlu mendapat perhatian karena kejang dapat terjadi berulang kali dan membahayakan. Jika anak terlalu sering mengalami kejang demam, hal ini dapat merusak sel-sel otak pada anak.
Kejang demam biasanya timbul pada anak dengan suhu tubuh diatas 38 °C . Selain itu infeksi virus atau bakteri dan bahkan imunisasi yang menyebabkan demam tinggi seperti herpes virus dapat menjadi faktor penyebab dari kejang demam.

Jenis-jenis Kejang Demam Anak


a. Kejang demam sedehana Kejang demam sederhana adalah kejang demam yang tipe kejangnya umum, singkat dan hanya sekali dalam 24 jam.

b. Kejang demam kompleks Kejang demam kompleks adalah kejang demam yang memenuhi kriteria berikut :

  • Kejang demam yang tipe kejangnya fokal, artinya kejangnya tidak seluruh tubuh misalnya kejangnya cuma tangan kiri saja atau kaki kanan saja.

  • Kejangnya berlangsung lebih dari 15 menit.

  • Kejang lebih dari satu kali dalam 24 jam.


Faktor terjadinya kejang demam anak


a. Adanya riwayat kejang demam dalam keluarga.

b. Kejang demam yang pertama terjadi ketika anak berusia di bawah 12 bulan.

c. Kejang demam pertama terjadi ketika suhu tubuh di bawah 38,8 derajat celcius.

d. Setelah imunisasi (DPT, MMR, campak, dll).

e. Infeksi bakteri atau virus pada organ tubuh yang akhirnya menyebabkan gangguan, seperti radang saluran pernafasan (batuk pilek), infeksi saluran pencernaan (mencret), otitis media, pneumonia, dan Infeksi Saluran Kemih (ISK).

Gejala Kejang Demam Anak


Gejala yang muncul pada kejang demam anak berbeda, tegantung pada jenisnya. Untuk kejang demam sederhana, gejala yang umumnya muncul adalah:

• Timbul kejang umum yang menyerang seluruh tubuh.
• Tidak sadarkan diri.
• Mata mendelik keatas.
• Pernafasan agak terganggu.
• Mulut berbusa.
• Kemungkinan ngompol dan muntah.
• Kejang berlangsung < 15 menit.
• Pasca kejang,anak akan tampak diam, mengantuk, kemudian tertidur beberapa detik atau menit. Namun setelah itu, buah hati akan pulih seperti biasa.
• Tidak ditemukan kelainan fungsi saraf sebelum maupun sesudah kejang.
• Kejang tidak berulang dalam 24 jam.
• Kejang tidak berulang > 4 kali dalam setahun.
• Bola mata tampak menatap ke atas.
Sedangkan gejala yang muncul pada kasus kejang demam kompleks meliputi:
• Kejang berlangsung > 15 menit.
• Kejang berulang dalam 24 jam.
• Kejang berulang > 4 kali setahun.

Cara Penanganan Kejang Demam Anak


Jangan panik, itulah kunci utama bagi orangtua saat anak mengalami kejang akibat demam dan panas tinggi. Orangtua harus mengendalikan emosinya terlebih dahulu agar dapat memutuskan penanganan terbaik bagi anak saat mereka mengalami kejang. Saat orangtua tenang, orangtua dapat melakukan penanganan kejang demam pada anak di rumah dengan efektif dan efisien.

Saat anak mengalami kejang, orangtua wajib saling bekerjasama untuk menangani kejadian tersebut. Hal-hal yang dapat dilakukan orangtua sebagai penanganan kejang demam anak di rumah adalah sebagai berikut.

1. Memastikan anak berada di tempat yang aman


Ketika anak mengalami kejang, anak tidak dapat mengendalikan dirinya saat berkelojotan karena ia kehilangan kesadaran. Agar anak tetap anak saat ia menghentak-hentakkan tangan maupun kakinya, hendaknya orangtua meletakkan anak di tempat yang aman.
Sebaiknya, anak dapat dibaringkan di lantai beralaskan karpet, karena permukaannya datar dan relatif aman.

2. Menyingkirkan benda berbahaya


Setelah anak dibaringkan di tempat yang aman, penanganan kejang demam pada anak di rumah yang selanjutnya adalah orangtua harus memastikan bahwa di sekitar anak tidak ada barang-barang berbahaya yang dapat melukai anak. Menyingkirkan barang-barang tersebut dari sekitar tempat anak berbaring dapat meminimalisasi resiko kecelakaan maupun bahaya yang lebih besar saat anak kejang. Anak yang terbentur benda-benda pada saat kejang dapat menimbulkan cedera. Apabila anak terbentur sesuatu saat kejang, khususnya di bagian kepala, maka anak perlu dibawa ke klinik terdekat.

3. Melonggarkan pakaian anak


Anak yang mengalami kejang demam sudah pasti memiliki suhu tubuh yang tinggi. Pada saat anak kejang, hal yang perlu dilakukan orangtua selanjutnya adalah melonggarkan pakaian anak dan tidak menyelimutinya dengan selimut yang tebal. Pakaian anak perlu dilonggarkan khususnya di bagian kerah leher agar anak tidak tercekik saat kejang berlangsung. Selain itu, pakaian yang longgar akan memudahkan anak untuk menurunkan suhu tubuhnya yang sedang meninggi. Jangan menyelimuti anak pada saat kejang, karena panas tubuh anak akan semakin terperangkap di dalam dan tidak dapat keluar dengan baik. Maka, melonggarkan pakaian anak dan tidak menyelimutinya dengan selimut tebal adalah pilihan yang tepat.

4. Mengecek jalan napas anak


Kejang pada anak dapat beresiko terganggunya jalan napas anak. Maka, orangtua harus mengecek jalan napas anak dengan cara memeriksa jalan napas anak melalui hidung maupun pergerakan naik turunnya dada dan perut untuk memastikan anak masih bernapas dengan normal. Apabila anak terlihat tidak bernapas seperti biasanya atau wajahnya terlihat membiru, itu adalah pertanda anak sudah sangat kekurangan oksigen. Segera bawa ke instalasi gawat darurat ke klinik atau rumah sakit terdekat.

5. Tidak meletakkan benda apapun di mulut anak


Penanganan kejang demam pada anak di rumah selanjutnya adalah dengan cara tidak meletakkan benda apapun di mulut anak. Orang tua mungkin khawatir anak akan menggigit lidahnya sendiri pada saat ia kejang. Namun, dengan meletakkan benda di dalam mulut anak, seperti kain, sendok, karet, maupun jari orangtua sendiri dapat beresiko menghalangi jalan napas anak maupun membuat anak tersedak.

Baca Juga: Bahaya Demam Thypoid – Penyakit Tipes dan Gejalanya

6. Membaringkan anak menghadap samping


Orangtua dapat membaringkan anak menghadap ke samping dengan hati-hati saat anak kejang, baik ke sisi kanan maupun kiri tubuhnya. Selain untuk memperlancar jalan napasnya, posisi ini akan membantu anak agar tidak tersedak jika ia memproduksi air liur yang banyak, busa dari dalam mulutnya, maupun muntah secara tiba-tiba.

7. Pertolongan pertama saat anak berhenti bernapas


Pengetahuan mengenai pertolongan pertama amatlah penting. Jika peristiwa darurat sewaktu-waktu terjadi pada anak, orangtua dapat memberikan pertolongan pertama dengan cepat dan tepat.
Orangtua dapat memberikan bantuan pernapasan dari mulut ke mulut atau yang biasa dikenal dengan metode CPR. Jika orangtua tidak dapat memberikan bantuan pernapasan, segera bawa anak ke unit gawat darurat di klinik atau rumah sakit terdekat.

8. Tindakan segera saat anak muntah


Saat anak muntah-muntah, segera baringkan tubuhnya ke arah samping agar ia tidak tersedak muntah sendiri. Kemudian, bersihkan sisa muntah dari mulut dan pakaian anak dengan hati-hati.

9. Tidak meninggalkan anak saat terjadi kejang


Anak sebaiknya jangan ditinggalkan meskipun sebentar untuk menghindari resiko terbentur atau jatuh. Selain itu, orangtua juga dapat mengawasi secara langsung kondisi anak dan menghitung berapa lama ia mengalami kejang. Jika kejang masih berlangsung hingga lebih dari 10-15 menit, segera bawa ke klinik atau rumah sakit terdekat.

10. Memberikan obat untuk anak secara rectal atau anus


Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut anak pada saat anak kejang, termasuk obat-obatan sekalipun. Jika orangtua memiliki obat kejang untuk anak yang sudah diberikan dokter (karena riwayat kejang sebelumnya), misalkan diazepam, berikan obat tersebut secara rektal (melalui anus). Pelajari cara pemberian obat secara rektal dan sesuai dengan dosis yang dianjurkan dokter.

11. Tidak menahan gerakan tubuh anak


Anak mungkin menghentak-hentakkan tubuhnya dengan gerakan yang tidak dapat dikendalikan pada saat kejang demam, dan membuat orangtua merasa sangat khawatir. Namun, jangan pernah menahan gerakan tubuh anak. Menahan gerakan tubuh anak secara paksa akan mengakibatkan resiko patah tulang dan cedera di tubuh anak.

12. Jangan membasahi badan anak dengan air dingin


Saat anak mengalami kejang, suhu tubuh anak akan terasa sangat tinggi dan terasa panas. Jangan membasahi badan anak dengan air dingin dengan bertujuan untuk menurunkan suhu tubuh anak. Jika anak dibasuh dengan air dingin, hipotalamus akan memberikan perintah kepada tubuh untuk menaikkan kembali suhu tubuhnya, karena tubuh anak dianggap mengalami penurunan suhu secara drastis.

13. Menghitung berapa lama anak kejang


Saat anak mengalami kejang, Penanganan Kejang Demam pada Anak di Rumah selanjutnya adalah dengan cara menghitung berapa lama anak mengalami kejang. Umumnya kejang demam akan berhenti dengan sendirinya dalam rentang waktu lima hingga sepuluh menit. Apabila anak masih kejang setelah lewat waktu sepuluh hingga lima belas menit, segera bawa anak ke dokter

14. Memberikan air minum


Setelah kejang demam berakhir, biasanya anak akan tampak diam dan mengantuk, lalu tertidur selama beberapa menit. Kemudian, anak akan pulih kembali seperti biasa dalam keadaan lemas. Bujuk anak agar mau minum untuk mengganti cairan tubuh yang keluar pada saat kejang dan mencegahnya terkena dehidrasi.

Dan jangan lupa, sebaiknya orang tua memiliki termometer di rumah untuk memantau suhu anak saat sedang demam. Pengukuran suhu berguna untuk menentukan apakah anak benar mengalami demam dan pada suhu berapa kejang demam timbul, dan tetap tenang jangan panik.

Baca Juga: Jenis Penyakit Batuk dan Cara Pengobatannya

Referensi:  https://id.wikipedia.org/wiki/Kejang_demam